Keteguhan Hati..
Apakah aku pernah berbicara mengenai keteguhan hati?
Jika aku diminta untuk menjelaskan apa artinya ungkapan “keteguhan hati” itu, aku tak bisa mengatakannya dalam bentuk penjelasan.
Seorang pemuda sejak menginjakkan kaki di bangku kuliah telah memutuskan untuk tidak pernah menjadi seorang pegawai. Tak peduli banyak temannya telah sukses mendapat gaji yang besar dari perusahaan-perusahaan ternama, dia tetap tak ingin mengikuti mereka dan berusaha untuk bisa membuat lapangan kerja sendiri. Bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang pengusaha. Tak cukup satu jenis usaha yang telah dia coba, demi mencapai hasrat terbesarnya, menjadi seorang pengusaha dan membuka lapangan kerja selebar-lebarnya untuk para pengangguran di manapun dia tinggal. Gagal usaha satu, membuka usaha lainnya. Gagal lagi, membuka lagi. Terus seperti itu. Berbulan-bulan waktu yang dilewati, berjuta-juta uang yang dihabiskan. Pinjam koperasi, pinjam teman, pinjam orangtua. Apapun rela dia lakukan demi satu hal, berhasil. Kesana kemari mencari tempat yang cocok untuk dia membuka usaha, melobi si fulan demi si fulan lain, berbekal motor bebek butut yang tak pernah di servis, hanya demi satu hal, berhasil. Puasa tiap senin dan kamis, ke mesjid tiap datang waktu shalat, menahan lapar ketika uang disaku habis dipakainya untuk shadaqah, hanya demi satu hal, berhasil.
Aku menyebutnya keteguhan hati.