"prove them wrong!!"

Satu-satunya hal…

Aku bukanlah  orang yang pandai mengidolakan sesuatu, pun menekuni sesuatu. Semua hal entah kenapa berujung kebosanan.

Jauh sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menikah, bayanganku terhadap rumah tangga pun begitu. Aku sudah membayangkan bagaimana aku akan bosan hidup dengan satu orang yang memiliki watak dan kepribadian begitu-begitu saja.

Namun ternyata ini adalah sebuah pengecualian. Berada di rumah selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, dst tanpa pekerjaan lain selain mengurus rumah dan suami adalah suatu ketenangan. Ada alasan ditiap bangun pagiku, ditiap bangun malamku, ditiap sujud sholatku, ditiap lantunan mengajiku, ditiap doa khusyukku, bahkan ditiap tetes air mata bahagiaku.

Satu-satunya hal yang tiba-tiba aku tak ingin kehilangan. Satu-satunya hal yang tiba-tiba aku tak ingin terampaskan, suamiku, keluarga kecilku, yang sebentar lagi akan bertambah anggota dengan isi dalam perutku.

"Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang akan kau dustakan?"

Sadar dan istigfar..

Karena setiap orang pastilah pernah melakukan kesalahan dan khilaf, demikian juga aku. Salah dan khilafku jauh jauh jauh lebih menumpuk daripada sadar dan istigfarku. Maka, untuk kemudian tersadar lalu mengucap istigfar sepe[[[[[[[[[[[[[[[[[nuh hati merupakan nikmat yang teramat nikmat. Nikmat karena masih sempat sadar lalu kemudian beristigfar. Terimakasih Allah..

"Tidak ada pekerjaan yang lebih membahagiakan dan menenangkan bagi seorang per[empuan selain menjadi ibu rumah tangga.. ^,^"

Bye, past! Bye..

Seharusnya sejak dulu aku mengatakan ini. Sejak dulu! Sejak drama itu mulai terbaca. Tapi sudahlah, mungkin memang butuh bertahun-tahun untuk siap mengatakannya.
Selamat tinggal…..

Count On Me by C.T. Lucu…….. <3 <3